Ivermectin ramai diperbincangkan sebagai salah satu
obat Covid-19. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa obat ivermectin lebih murah
daripada vaksinasi. Apa itu ivermectin dan apakah benar bisa mengobati
Covid-19?

Apa itu ivermectin?
Ivermectin adalah obat untuk mengobati
strongyloidiasis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang yang hidup
di dalam tubuh manusia.
Obat yang biasa disebut dengan Ivermax
ini termasuk golongan anthelmintik yang bekerja dengan cara membunuh larva
cacing dan cacing gelang dewasa sehingga berhenti berkembang biak. Selain itu,
obat yang relatif keras ini juga terkadang digunakan untuk mengobati kudis atau
kudis, serta kutu rambut.
Ivermectin adalah obat antiparasit yang harus dibeli
dengan resep dokter dan penggunaannya di bawah pengawasan dokter. Invermectin
bukan obat antivirus yang bisa mengobati penyakit yang di akibatkan oleh virus.
Ivermectin sebagai obat Covid-19
Banyak yang menyatakan bahwa invermectin memilki
manfaat untuk mengobati virus corona. Hal ini di perkuat oleh penelitian yang
di lakukan di autralia bahwa ivermectin ini mampu menangkalvirus corona.
Ivermectin diyakini
memiliki efek antivirus yang berhasil mengurangi angka perkembangan virus dalam
waktu 48 jam. Ivermectin bekerja dengan cara menghambat protein yang membawa
virus penyebab Covid-19 ke dalam inti tubuh manusia.
Jika virus tidak dapat
masuk ke dalam inti sel, maka ia tidak akan memperbanyak diri (replikasi). Hal
tersebut yang dipercaya dapat mencegah penambahan jumlah virus dalam tubuh
sehingga infeksi tidak bertambah parah.
Studi ini juga ditandai
dengan menurunnya jumlah virus secara signifikan dalam sel yang telah dilakukan
uji coba di laboratorium. Akan tetapi, studi ini baru dilakukan pada sel-sel
yang diekstraksi yang terdapat di laboratorium.
Hingga saat ini, uji
coba obat ivermectin Covid-19 pada tubuh manusia belum dilakukan. Selain itu,
studi terpisah dimuat dalam Journal of Bangladesh College of Physicians and
Surgeons, menunjukkan bahwa ivermectin dapat mempercepat proses pemulihan
pasien Covid-19.
Studi kecil yang
dilakukan pada 100 pasien positif Covid-19 di Bangladesh ini melakukan uji coba
kombinasi obat ivermectin dan doxycycline. Hasilnya, diketahui bahwa kombinasi
kedua obat ini bekerja lebih baik dalam mengurangi gejala dan mempercepat
proses penyembuhan Covid-19.
Kendati demikian,
peneliti menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan keefektifan
pengobatan kombinasi ivermectin dan doxycycline karena jumlah partisipan yang
sedikit dan tidak melibatkan kelompok kontrol.
Apakah ivermectin
sebagai obat Covid-19 efektif digunakan?
Penelitian mengenai
ivermectin sebagai obat Covid-19 memiliki potensi antiviral baru diuji secara
in-vitro di laboratorium Itu artinya, efektivitas ivermectin sebagai obat
Covid-19 masih sangat terbatas dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Bahkan, Badan Pengawas
Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA)
menegaskan tidak menganjurkan penggunaan ivermectin untuk mengobati
Covid-19. Walaupun penggunaan obat
ivermectin telah disetujui pada manusia dan hewan, ivermectin belum disetujui
untuk digunakan sebagai tindakan pencegahan atau pengobatan Covid-19.
FDA menyatakan bahwa
penelitian yang sudah diterbitkan belum menggambarkan dampak ivermectin pada
SARS-Cov-2 dalam pengujian laboratorium. Uji coba yang dilakukan masih pada
tahap awal pengembangan obat sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut guna
membuktikan keefektifannya sebagai obat Covid-19.
Di Indonesia sendiri,
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), melalui siaran persnya, juga menyatakan
bahwa masih memerlukan uji klinik lebih lanjut untuk membuktikan keamanan,
khasiat, dan efektivitas ivermectin sebagai obat Covid-19.
Maka dari itu,
masyarakat tidak dianjurkan membeli obat ivermectin secara bebas di apotek
tanpa resep dokter sebagai pengobatan atau pencegahan Covid-19, kecuali bila
sudah teruji klinis sebagai obat Covid-19 yang sah.